Tuesday, June 16, 2015

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (9)

aku akan menungguimu. Aku bertanggung jawab sepenuhnya karena aku yang mengajakmu” akhirnya aku mengalah. Siapa tahu kwangsoo oppa sedang sibuk. 

Begitu sampai di gedung apartemen, suho oppa menunggu dilobby, sedangkan aku sendiri naik keatas. Untung saja dia pernah memberitahu kode rumahnya. Kumasukan kodenya. Terbuka. Aku segera masuk dan mencari namja itu. Tapi aku melihat sesuatu yang sangat tidak terduga. Aku mencubit diriku sendiri meyakinkan diri kalau ini mimpi. Tapi tetap saja sakit. Aku semakin tak kuasa melihatnya. Namjaku, sedang kissing dengan yeoja di kamarnya

OPPA!” mereka terkejut dan menghentikan aktivitas mereka

Chagiya? Kau disini?” dia terlihat salah tingkah. Tertangkap basah

Siapa itu oppa?” Wanita itu hanya melihatku sinis dan berusaha menggoda kwangsoo oppa

Maaf mengganggu acara kalian” Aku pun segera keluar dari apartemennya. Kwangsoo oppa mencegahku. “Maaf mengganggu acaramu. Jangan cari aku lagi” aku pun turun dan tanpa mempedulikan suho oppa yang menunggu aku berjalan keluar dan menjauh dari apartemen

Sheila ada apa? apa yang terjadi? Kamu kenapa?” Suho Oppa mengikutiku keluar apartemen. “Aku parkir disebelah sana. Tunggu disini aku ambil mobil dulu, kuantar kamu ke hotel”. Suho oppa berlari menuju mobilnya. Aku tetap berjalan menjauhi apartemen itu sampai suho oppa menghentikanku

Ayolah kuantar saja. Aku punya tanggung jawab mengembalikanmu. Aku bisa digantung Dio nanti kalau aku tidak mengantarmu.” Suho membukakan pintu untukku. Di gedung yang ada dibelakangku aku melihatnya diam kaku melihat kearah kami dari balkonnya. Aku tersenyum sinis dan masuk ke mobil

Kamu serius dengan apa yang kau lihat?

Kalau aku tidak serius, aku tidak akan sedepresi ini dan tidak punya bengkak dimata saat ini” Mataku bengkak karena semalaman menangis. Aku baru mulai bisa menangis saat sudah masuk ke kamar hotel dan benar benar sendirian.

Apa yang harus kita lakukan? Kita harus menemui kepolisian seoul dan mendatangi rumahnya hari ini. Kamu ikut atau tidak?


Aku tidak bisa menolak tugas. Kita berangkat sekarang” Kamipun pergi menaiki bus ke sector kepolisian seoul. Sesampainya disana, kami bertemu seseorang yang sangat kami kenal

“Perdana mentri Redi?”. Yup perdana mentri redi. Tamu rumahku disaat jam kematian Nona Juhn
“Sheila? Apa yang kamu lakukan di korea? Bukannya kamu sedang sibuk di Indonesia ya?” Perdana mentri Redi sedang berbicara dengan seseorang yang sepertinya adalah Opsir Choi. “Sheila, kenalkan ini Opsir Choi, kepala kepolisian Seoul”

Anyeonghaseyo, Namaku Sheila, saya rekan dari detektif Oh dari Indonesia” Opsir Choi tersenyum kepadaku dan Detektif Oh, anak buahnya yang sedang exchange di Indoneia.

“Anyeong Sheila ya, senang bertemu denganmu. Senang melihatmu disini lagi Detektif Oh.” Kemudian Opsir Choi melihat kearah Perdana Mentri Redi. “I should go now. We can continute it later. Thanks for coming” setelah itu Perdana Mentri Redi pergi dengan 2 polisi yang setia menemani

“Ah Sheila ya, Kau kenal dengan Redi? Dia temanku. Kami bertemu di Facebook. Dia ada urusan jadi datang kemari” Opsir Choi terlihat bahagia sekali. Entah karena bertemu teman dunia mayanya atau dia bangga bisa menggunakan facebook.

No comments:

Post a Comment