“aku akan menungguimu.
Aku bertanggung jawab sepenuhnya karena aku yang mengajakmu” akhirnya aku
mengalah. Siapa tahu kwangsoo oppa sedang sibuk.
Begitu sampai di gedung
apartemen, suho oppa menunggu dilobby, sedangkan aku sendiri naik keatas.
Untung saja dia pernah memberitahu kode rumahnya. Kumasukan kodenya. Terbuka.
Aku segera masuk dan mencari namja itu. Tapi aku melihat sesuatu yang sangat
tidak terduga. Aku mencubit diriku sendiri meyakinkan diri kalau ini mimpi.
Tapi tetap saja sakit. Aku semakin tak kuasa melihatnya. Namjaku, sedang
kissing dengan yeoja di kamarnya
“OPPA!” mereka
terkejut dan menghentikan aktivitas mereka
“Chagiya? Kau disini?”
dia terlihat salah tingkah. Tertangkap basah
“Siapa itu oppa?”
Wanita itu hanya melihatku sinis dan berusaha menggoda kwangsoo oppa
“Maaf mengganggu acara
kalian” Aku pun segera keluar dari apartemennya. Kwangsoo oppa mencegahku.
“Maaf mengganggu acaramu. Jangan cari aku
lagi” aku pun turun dan tanpa mempedulikan suho oppa yang menunggu aku
berjalan keluar dan menjauh dari apartemen
“Sheila ada apa? apa
yang terjadi? Kamu kenapa?” Suho Oppa mengikutiku keluar apartemen. “Aku
parkir disebelah sana. Tunggu disini aku ambil mobil dulu, kuantar kamu ke
hotel”. Suho oppa berlari menuju mobilnya. Aku tetap berjalan menjauhi
apartemen itu sampai suho oppa menghentikanku
“Ayolah kuantar saja. Aku punya tanggung jawab mengembalikanmu. Aku bisa
digantung Dio nanti kalau aku tidak mengantarmu.” Suho membukakan pintu
untukku. Di gedung yang ada dibelakangku aku melihatnya diam kaku melihat kearah
kami dari balkonnya. Aku tersenyum sinis dan masuk ke mobil
“Kamu serius dengan
apa yang kau lihat?”
“Kalau aku tidak serius,
aku tidak akan sedepresi ini dan tidak punya bengkak dimata saat ini” Mataku bengkak karena
semalaman menangis. Aku baru mulai bisa menangis saat sudah masuk ke kamar
hotel dan benar benar sendirian.
“Apa yang harus kita
lakukan? Kita harus menemui kepolisian seoul dan mendatangi rumahnya hari ini.
Kamu ikut atau tidak?”
“Aku tidak bisa menolak tugas. Kita berangkat sekarang” Kamipun
pergi menaiki bus ke sector kepolisian seoul. Sesampainya disana, kami bertemu
seseorang yang sangat kami kenal
“Perdana mentri Redi?”. Yup perdana mentri redi. Tamu
rumahku disaat jam kematian Nona Juhn
“Sheila? Apa yang kamu lakukan di
korea? Bukannya kamu sedang sibuk di Indonesia ya?” Perdana mentri Redi sedang
berbicara dengan seseorang yang sepertinya adalah Opsir Choi. “Sheila, kenalkan
ini Opsir Choi, kepala kepolisian Seoul”
“Anyeonghaseyo, Namaku Sheila, saya rekan dari detektif Oh dari Indonesia”
Opsir Choi tersenyum kepadaku dan Detektif Oh, anak buahnya yang sedang
exchange di Indoneia.
“Anyeong Sheila ya, senang bertemu
denganmu. Senang melihatmu disini lagi Detektif Oh.” Kemudian Opsir Choi
melihat kearah Perdana Mentri Redi. “I should go now. We can continute it
later. Thanks for coming” setelah itu Perdana Mentri Redi pergi dengan 2 polisi
yang setia menemani
“Ah Sheila ya, Kau kenal dengan
Redi? Dia temanku. Kami bertemu di Facebook. Dia ada urusan jadi datang kemari”
Opsir Choi terlihat bahagia sekali. Entah karena bertemu teman dunia mayanya
atau dia bangga bisa menggunakan facebook.
No comments:
Post a Comment