Tuesday, June 16, 2015

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (5)

Kukira melihat Detektif Oh Mondar mandir dikamarku itu hanya sekedar mimpi. Ternyata ia benar benar sedang berada di dalam kamarku. Memasukan baju bajuku ke dalam koper. Mau apa sih dia? Detektif Oh melihatku yang sudah tersadar

“Bangun dasar KEBO” Katanya sambil menarik selimut. “Kajja! Buruan mandi sana! Kita akan ketinggalan pesawat nanti kalau kamu tidak cepat” Pesawat? Kita? Mau kemana? Aku tetap berada dalam pelukan selimut yang super nyaman. “Ya Sheila Ya, ppaliwa!

“Mau ngapain sih? Kasus disini kita apa kabar?” Hanya itu yang ada dipikiranku karena sadar aja belum. Dan aku merasa kita harus pergi jauh

“Makanya bangun mandi dan buruan, aku jelasin semuanya di perjalanan” Detektif Oh memberikan handuk mandi dan melemparkan pandangannya ke kamar mandi

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Disinilah aku sekarang. Incheon International Airport. Harapanku untuk datang ke seoul dalam bulan ini menjadi kenyataan. Walaupun berbeda tujuan. Tujuanku dan Detektif Oh kemari untuk mendiskusikan kasus dengan kolega di seoul. Kasus nona Juhn yang sedang kami tangani berkaitan dengan seorang dengan kewarganegaraan korea selatan. Maka kami harus mendiskusikannya dengan Kepolisian disini.

“Aah menurut managernya kita tidak bisa menemuinya hari ini karena jadwalnya padat hari ini.”

“Bukannya kita dengan kepolisian resmi disini? Kenapa tidak kita datangi saja dia?”

“Aku takut akan mengulang kejadian beberapa tahun yang lalu. Yang dilalui teman oppamu”

“ah okay. Aku mau membeli kopi, aku mengantuk sekali. Kamu tunggu koper saja”

“okay, bawakan aku caramel macchiato!” segera kuberanjak menuju kedai kopi terdekat. Antriannya cukup panjang sehingga aku baru sampai didepan. Setelah pesananku jadi aku segera menuju tempat detektif Oh menunggu. Saat itulah seseorang menabrakku

 “Hati hati kalau jalan” Kopi yang kubeli sudah tumpah dilantai. Orang itu.. “Ya! lihat yang kau perbuat!”

Aku? Kamu yang seharusnya berhati hati dan tidak melamun” Suara beratnya terdengar indah. Aaah apa yang kupikirkan “Lain kali berhati hatilah, jangan sampai memandikan orang dengan kopi. Panas sekali”. Lelaki itu tinggi. Sekitar 185cm. kalah tinggi dengan oppaku, hahahaha. Dia menggunakan pakaian yang sangat santai, jeans kaos dan jaket varsity. Mukanya tidak terlalu terlihat karena tertutup topi dan masker

Kalau kau tidak sedang melamun seharusnya kamu bisa menghindariku” Baru saja dia akan menjawab, datanglah 2 orang namja. Yang satu berbadan tinggi, tapi tidak lebih dari namja menyebalkan itu. Dan yang satunya tidak terlalu jauh dari tinggiku, 173cm sepertinya.

sudah hyung jangan buat keributan di tempat umum” Kata Lelaki yang tinggi  itu sambil merangkul lelaki menyebalkan itu. Gadis yang melihat matanya pasti langsung terpesona padanya, dia memiliki mata yang yang sangat menggoda iman. Lelaki yang lebih pendek itu berdiri disebelahnya diam saja.

Aah ya dengarkan dia, jangan buat keributan ditempat umum” Lelaki menyebalkan itu pergi dengan lelaki yang tinggi. Sedangkan lelaki yang lebih pendek malah berjalan mendekatiku

Maafkan chan sudah menabrakmu dan berkata kasar padamu” Lelaki itu meminta maaf padaku. Ini bukan salahnya tetapi dia yang meminta maaf. Sedangkan yang bersalah, yang dia panggil chan itu pergi begitu saja.

Ah tidak apa. kamu tidak perlu minta maaf, bukan kamu yang salah” Aku segera memesan kopi lagi

Aku meminta maaf karena yang melakukannya Chan. Maaf kan dia. Dia sedang sentitif akhir akhir ini

Tidak apa apa” lelaki itu mengeluarkan uang dari sakunya dan membayarkan kopiku. “Kau tidak perlu membayarkan kopiku. Aku bisa sendiri


Anggap saja permintaan maaf dari Chan. Ah iya namaku jun myun” katanya memperkenalkan diri dengan ramah

No comments:

Post a Comment