“Anyeonhaseyo, Namaku Sheila, saya rekan dari detektif Oh dari Indonesia”
Opsir Choi tersenyum kepadaku dan Detektif Oh, anak buahnya yang sedang
exchange di Indoneia.
“Anyeong Sheila ya, senang bertemu
denganmu. Senang melihatmu disini lagi Detektif Oh.” Kemudian Opsir Choi
melihat kearah Perdana Mentri Redi. “I should go now. We can continute it
later. Thanks for coming” setelah itu Perdana Mentri Redi pergi dengan 2 polisi
yang setia menemani
“Ah Sheila ya, Kau kenal dengan
Redi? Dia temanku. Kami bertemu di Facebook. Dia ada urusan jadi datang kemari”
Opsir Choi terlihat bahagia sekali. Entah karena bertemu teman dunia mayanya
atau dia bangga bisa menggunakan facebook.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Lee Kwang Soo ssi?” Opsir Choi
mengetuk pintu apartemen Kwangsoo. Dari dalam terdengar suara langkah berjalan
menuju pintu.
“Siapa?” Pintupun terbuka. Dia
tidak terlihat seperti kwangsoo yang biasanya. Matanya merah, rambut coklatnya
sangat berantakan. Dia terlhat kelelahan.
“Kepolisian Seoul, silahkan ikut
kami ke kantor polisi pusat” Opsir Choi menunjukan Identity Cardnya. Kwangsoo
terlihat kebingungan. Dia benar benar tidak tahu apa yang terjadi
“kenapa? Ada apa? tidak bisakah
dibicarakan disini saja?”
“Maaf lee kwangsoo ssi, kami akan
jelaskan ketika sudah sampai” Kedua polisi yang ikut bersama kami pun
menggiring kwangsoo untuk mengikuti opsir choi. Matanya menatapku heran dan
seperti meminta kejelasan. Aku segera membuang muka dan berjalan bersama
detektif Oh
“Sheila, jangan pulang dulu. Kamu hanya beberapa hari disini.
Jangan pulang dooong jangaaan ” Chanyeol oppa terlihat sedih sekali. Hari ini
adalah hari kepulanganku ke Indonesia, Tersangka LKS akan dibawa ke Indonesia
dan diusut disana. Setelah aku memberitahu Dio oppa dan Suho Oppa jadwal
kepulanganku, seluruh member EXO pun pergi ke bandara. Mereka menggunakan
penyamarannya agar tidak ketahuan Fans mereka.
“Aku belum memperlihatkan kemampuan Wushuku Sheila yaaa. Dan
aku juga membeli ini untukmu” Tao oppa memberikan boneka panda yang lucu sekali
“Apakah kamu benar benar harus pulang? Kita belum bermain
bersama” Chen dan Xiumin oppa terlihat lucu sekalii
“Iyaa kita berdua belum ‘bermain’ bersama” Kai oppa
tersenyum manis dan tatapan matanya menggoda sekali. Tapi sepertinya itu tidak
baik, karena Suho Oppa langsung menegurnya
“Kamu belum kupakaikan eyeliner Sheila ya! Aku ingin
mengubahmu jadi lebih cantik lagi” Baekhyun oppa menunjukan eyelinernya.
“aku belum menanyakan ini Sheila ya. Aku ingin menanyakan
ini sejak pertama bertemu.” Lay oppa mendekat ke teligaku dan berbisik. “Apakah
kamu punya Unicorn? Aku suka sekali dengan Unicorn” walaupun berbisik tetapi aku
yakin member exo yang lain bisa mendengarnya. Karena kulihat suho dan dio
tersenyum mengejek lay. Jahat sekali
“Honey, aku belum mengajakmu mengitari seoul, memakan eskrim
dan menikmati toppokki bersama” Sehun oppa memelukku.”Aku senang bertemu Yeoja
yang lebih muda dariku, kebanyakan lebih tua semua”
“Cukup Sehun ya, Cuma aku yang boleh memeluknya” Dio
melepaskan pelukan sehun dan menggantikan posisinya.”Kita sudah lama sekali
tidak bertemu dan saat sudah bertemu hanya sebentar. Aku merindukanmu.” Nado oppa
nado. Aku merasakan tatapan dari arah belakangku. Mungkin dio oppa juga
merasakannya, dia lalu melepaskan pelukannya. Kulihat kwangsoo memandang tajam
kearah kami
“Jangan khawatir oppa, aku sudah tidak ada apa apa
dengannya. Aku akan menceritakannya di telepon saat aku sudah sampai di
Indonesia” aku berbisik agar tidak ada yang mendengarku selain dio oppa.
“Aku membuatkanmu ini” Dio menyodorkan kotak bento.
Sepertinya dia membuat sendiri semuanya. “Tapi aku yakin makanan ini tidak bisa
masuk, jadi kamu harus menghabiskannya sebelum masuk” Dio oppa tersenyum dan
berjalan mendekati kwangsoo sementara aku bertemu dengan Suho oppa
“Hai Jun Myun Oppa” Kusapa dia agak sedikit Awkward karena
terakhir kita bertemu keadaannya cukup membuatku malu
“Suho saja. Kamu benar benar harus pulang nih? Padahal aku
ingin mendengar banyak ceritamu” Suho oppa tersenyum tulus
“Ceritaku bisa memakan waktu berbulan bulan, aku tidak yakin
kau punya waktu hahahaha”
“Aku tetap mendengarkan. Apa perlu aku ikut ke Indonesia
denganmu?” dia seperti mendapat pencerahan dan membuka dompetnya
“Tidak perlu oppa. Jadwalmu
padat ingat. Dio memberitahukannya padaku. Aku akan datang kesini lagi, tenang
saja” Aku menyodorkan jari kelingkingku. “pinky promise?” terlihat ragu ragu
tapi dia tetap mengaitkan kelingkingnya padaku. Setelah puas berpamitan,
memakan bento dio dan Detektif Oh mendapatkan foto bersama Dio oppa, kami
masuk.