Tuesday, June 16, 2015

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (6)

Aku meminta maaf karena yang melakukannya Chan. Maaf kan dia. Dia sedang sentitif akhir akhir ini”

Tidak apa apa” lelaki itu mengeluarkan uang dari sakunya dan membayarkan kopiku. “Kau tidak perlu membayarkan kopiku. Aku bisa sendiri

Anggap saja permintaan maaf dari Chan. Ah iya namaku jun myun

“Sheila” kami berjalan menjauhi kedai kopi saat lelaki yang tinggi tadi memanggil jun myun oppa untuk segera pergi.

senang bertemu denganmu Sheila. Semoga kita bisa bertemu lagi” Kyungsoo pergi menuju lelaki tinggi itu. Aku juga segera mendatangi Detektif Oh yang tampaknya tak sabar mendapatkan minumannya.

kamu beli kopi di indonesia?” sindir detektif oh sambil menyambar minumannya

maaf eonni, tadi aku ditabrak orang dan aku harus beli lagi

namja? Yeoja?

Namja yang menyebalkan sekali” aku memasukan tangan ke saku untuk mencari handphoneku. “Aah kemana lagi handphoneku

Akan ku telefonkan” Detektif Oh mengambil handphonenya dan menelepon hpku. ”Yeobseo?” detektif melihatku dengan melotot. Ada yang mengangkat panggilan teleponnya. Detektif Oh menyalakan speaker.

Yeobseo? Ada apa?” suara lelaki

Ah ini benar nomer Sheila?

Tidak tahu, tadi pemeliknya menjatuhkannya saat menabrakku. Apakah kau temannya? Katakana padanya untuk mengambilnya kalau bisa

Yaa! Kamu rupanya! Kembalikan handphoneku!

oh kau ada disitu rupanya yeoja menyebalkan. Coba saja ambil sendiri” ia memberikan alamat dan langsung menutup telepon.

Benar kan dia namja yang sangat menyebalkan. Ayo pergi dan ambil kembali Hpku

kamu yakin alamatnya benar?” yang ada di depan kami saat adalah semacam dance studio .”Kamu yakin tidak lupa jalan di sini kan?

Aku yakin sekali. Dulu sebelum graduation dan ditempatkan di Indonesia aku sering kemari untuk berlatih

Sekarang dimana orang itu? Apakah dia bekerja disini?” Kami masuk ke dalam gedung. Kami duduk di ruang tunggu sambil melepon orang menyebalkan itu


Ah Sheila?” aku berbalik untuk melihat pemilik suara itu. Seorang namja berdiri sambil tersenyum manis. Tidak ada topi atau masker yang menutupinya. Aku bisa melihatnya dengan jelas “Apa yang membawamu kemari? Chan berbuat apa lagi?

No comments:

Post a Comment