“Aku meminta maaf
karena yang melakukannya Chan. Maaf kan dia. Dia sedang sentitif akhir
akhir ini”
“Tidak apa apa”
lelaki itu mengeluarkan uang dari sakunya dan membayarkan kopiku. “Kau tidak perlu membayarkan kopiku. Aku bisa
sendiri”
“Anggap saja
permintaan maaf dari Chan. Ah iya namaku jun myun”
“Sheila” kami berjalan menjauhi kedai kopi saat lelaki yang
tinggi tadi memanggil jun myun oppa untuk segera pergi.
“senang bertemu
denganmu Sheila. Semoga kita bisa bertemu lagi” Kyungsoo pergi menuju
lelaki tinggi itu. Aku juga segera mendatangi Detektif Oh yang tampaknya tak
sabar mendapatkan minumannya.
“kamu beli kopi di
indonesia?” sindir detektif oh sambil menyambar minumannya
“maaf eonni, tadi aku
ditabrak orang dan aku harus beli lagi”
“namja? Yeoja?”
“Namja yang
menyebalkan sekali” aku memasukan tangan ke saku untuk mencari handphoneku. “Aah kemana lagi handphoneku”
“Akan ku telefonkan”
Detektif Oh mengambil handphonenya dan menelepon hpku. ”Yeobseo?” detektif melihatku dengan melotot. Ada yang mengangkat
panggilan teleponnya. Detektif Oh menyalakan speaker.
“Yeobseo? Ada apa?”
suara lelaki
“Ah ini benar nomer
Sheila?”
“Tidak tahu, tadi
pemeliknya menjatuhkannya saat menabrakku. Apakah kau temannya? Katakana
padanya untuk mengambilnya kalau bisa”
“Yaa! Kamu rupanya!
Kembalikan handphoneku!”
“oh kau ada disitu rupanya
yeoja menyebalkan. Coba saja ambil sendiri” ia memberikan alamat dan
langsung menutup telepon.
“Benar kan dia namja yang sangat menyebalkan. Ayo pergi dan ambil
kembali Hpku”
“kamu yakin alamatnya
benar?” yang ada di depan kami saat adalah semacam dance studio .”Kamu yakin tidak lupa jalan di sini kan?”
“Aku yakin sekali.
Dulu sebelum graduation dan ditempatkan di Indonesia aku sering kemari untuk
berlatih”
“Sekarang dimana orang
itu? Apakah dia bekerja disini?” Kami masuk ke dalam gedung. Kami duduk di
ruang tunggu sambil melepon orang menyebalkan itu
“Ah Sheila?” aku
berbalik untuk melihat pemilik suara itu. Seorang namja berdiri sambil
tersenyum manis. Tidak ada topi atau masker yang menutupinya. Aku bisa
melihatnya dengan jelas “Apa yang
membawamu kemari? Chan berbuat apa lagi?”
No comments:
Post a Comment