Tuesday, June 16, 2015

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (10)

Anyeonhaseyo, Namaku Sheila, saya rekan dari detektif Oh dari Indonesia” Opsir Choi tersenyum kepadaku dan Detektif Oh, anak buahnya yang sedang exchange di Indoneia.

“Anyeong Sheila ya, senang bertemu denganmu. Senang melihatmu disini lagi Detektif Oh.” Kemudian Opsir Choi melihat kearah Perdana Mentri Redi. “I should go now. We can continute it later. Thanks for coming” setelah itu Perdana Mentri Redi pergi dengan 2 polisi yang setia menemani

“Ah Sheila ya, Kau kenal dengan Redi? Dia temanku. Kami bertemu di Facebook. Dia ada urusan jadi datang kemari” Opsir Choi terlihat bahagia sekali. Entah karena bertemu teman dunia mayanya atau dia bangga bisa menggunakan facebook.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

“Lee Kwang Soo ssi?” Opsir Choi mengetuk pintu apartemen Kwangsoo. Dari dalam terdengar suara langkah berjalan menuju pintu.

“Siapa?” Pintupun terbuka. Dia tidak terlihat seperti kwangsoo yang biasanya. Matanya merah, rambut coklatnya sangat berantakan. Dia terlhat kelelahan.

“Kepolisian Seoul, silahkan ikut kami ke kantor polisi pusat” Opsir Choi menunjukan Identity Cardnya. Kwangsoo terlihat kebingungan. Dia benar benar tidak tahu apa yang terjadi

“kenapa? Ada apa? tidak bisakah dibicarakan disini saja?”

“Maaf lee kwangsoo ssi, kami akan jelaskan ketika sudah sampai” Kedua polisi yang ikut bersama kami pun menggiring kwangsoo untuk mengikuti opsir choi. Matanya menatapku heran dan seperti meminta kejelasan. Aku segera membuang muka dan berjalan bersama detektif Oh

“Sheila, jangan pulang dulu. Kamu hanya beberapa hari disini. Jangan pulang dooong jangaaan ” Chanyeol oppa terlihat sedih sekali. Hari ini adalah hari kepulanganku ke Indonesia, Tersangka LKS akan dibawa ke Indonesia dan diusut disana. Setelah aku memberitahu Dio oppa dan Suho Oppa jadwal kepulanganku, seluruh member EXO pun pergi ke bandara. Mereka menggunakan penyamarannya agar tidak ketahuan Fans mereka.

“Aku belum memperlihatkan kemampuan Wushuku Sheila yaaa. Dan aku juga membeli ini untukmu” Tao oppa memberikan boneka panda yang lucu sekali

“Apakah kamu benar benar harus pulang? Kita belum bermain bersama” Chen dan Xiumin oppa terlihat lucu sekalii

“Iyaa kita berdua belum ‘bermain’ bersama” Kai oppa tersenyum manis dan tatapan matanya menggoda sekali. Tapi sepertinya itu tidak baik, karena Suho Oppa langsung menegurnya

“Kamu belum kupakaikan eyeliner Sheila ya! Aku ingin mengubahmu jadi lebih cantik lagi” Baekhyun oppa menunjukan eyelinernya.

“aku belum menanyakan ini Sheila ya. Aku ingin menanyakan ini sejak pertama bertemu.” Lay oppa mendekat ke teligaku dan berbisik. “Apakah kamu punya Unicorn? Aku suka sekali dengan Unicorn” walaupun berbisik tetapi aku yakin member exo yang lain bisa mendengarnya. Karena kulihat suho dan dio tersenyum mengejek lay. Jahat sekali

“Honey, aku belum mengajakmu mengitari seoul, memakan eskrim dan menikmati toppokki bersama” Sehun oppa memelukku.”Aku senang bertemu Yeoja yang lebih muda dariku, kebanyakan lebih tua semua”

“Cukup Sehun ya, Cuma aku yang boleh memeluknya” Dio melepaskan pelukan sehun dan menggantikan posisinya.”Kita sudah lama sekali tidak bertemu dan saat sudah bertemu hanya sebentar. Aku merindukanmu.” Nado oppa nado. Aku merasakan tatapan dari arah belakangku. Mungkin dio oppa juga merasakannya, dia lalu melepaskan pelukannya. Kulihat kwangsoo memandang tajam kearah kami

“Jangan khawatir oppa, aku sudah tidak ada apa apa dengannya. Aku akan menceritakannya di telepon saat aku sudah sampai di Indonesia” aku berbisik agar tidak ada yang mendengarku selain dio oppa.

“Aku membuatkanmu ini” Dio menyodorkan kotak bento. Sepertinya dia membuat sendiri semuanya. “Tapi aku yakin makanan ini tidak bisa masuk, jadi kamu harus menghabiskannya sebelum masuk” Dio oppa tersenyum dan berjalan mendekati kwangsoo sementara aku bertemu dengan Suho oppa

“Hai Jun Myun Oppa” Kusapa dia agak sedikit Awkward karena terakhir kita bertemu keadaannya cukup membuatku malu

“Suho saja. Kamu benar benar harus pulang nih? Padahal aku ingin mendengar banyak ceritamu” Suho oppa tersenyum tulus

“Ceritaku bisa memakan waktu berbulan bulan, aku tidak yakin kau punya waktu hahahaha”

“Aku tetap mendengarkan. Apa perlu aku ikut ke Indonesia denganmu?” dia seperti mendapat pencerahan dan membuka dompetnya


“Tidak perlu oppa. Jadwalmu padat ingat. Dio memberitahukannya padaku. Aku akan datang kesini lagi, tenang saja” Aku menyodorkan jari kelingkingku. “pinky promise?” terlihat ragu ragu tapi dia tetap mengaitkan kelingkingnya padaku. Setelah puas berpamitan, memakan bento dio dan Detektif Oh mendapatkan foto bersama Dio oppa, kami masuk.

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (9)

aku akan menungguimu. Aku bertanggung jawab sepenuhnya karena aku yang mengajakmu” akhirnya aku mengalah. Siapa tahu kwangsoo oppa sedang sibuk. 

Begitu sampai di gedung apartemen, suho oppa menunggu dilobby, sedangkan aku sendiri naik keatas. Untung saja dia pernah memberitahu kode rumahnya. Kumasukan kodenya. Terbuka. Aku segera masuk dan mencari namja itu. Tapi aku melihat sesuatu yang sangat tidak terduga. Aku mencubit diriku sendiri meyakinkan diri kalau ini mimpi. Tapi tetap saja sakit. Aku semakin tak kuasa melihatnya. Namjaku, sedang kissing dengan yeoja di kamarnya

OPPA!” mereka terkejut dan menghentikan aktivitas mereka

Chagiya? Kau disini?” dia terlihat salah tingkah. Tertangkap basah

Siapa itu oppa?” Wanita itu hanya melihatku sinis dan berusaha menggoda kwangsoo oppa

Maaf mengganggu acara kalian” Aku pun segera keluar dari apartemennya. Kwangsoo oppa mencegahku. “Maaf mengganggu acaramu. Jangan cari aku lagi” aku pun turun dan tanpa mempedulikan suho oppa yang menunggu aku berjalan keluar dan menjauh dari apartemen

Sheila ada apa? apa yang terjadi? Kamu kenapa?” Suho Oppa mengikutiku keluar apartemen. “Aku parkir disebelah sana. Tunggu disini aku ambil mobil dulu, kuantar kamu ke hotel”. Suho oppa berlari menuju mobilnya. Aku tetap berjalan menjauhi apartemen itu sampai suho oppa menghentikanku

Ayolah kuantar saja. Aku punya tanggung jawab mengembalikanmu. Aku bisa digantung Dio nanti kalau aku tidak mengantarmu.” Suho membukakan pintu untukku. Di gedung yang ada dibelakangku aku melihatnya diam kaku melihat kearah kami dari balkonnya. Aku tersenyum sinis dan masuk ke mobil

Kamu serius dengan apa yang kau lihat?

Kalau aku tidak serius, aku tidak akan sedepresi ini dan tidak punya bengkak dimata saat ini” Mataku bengkak karena semalaman menangis. Aku baru mulai bisa menangis saat sudah masuk ke kamar hotel dan benar benar sendirian.

Apa yang harus kita lakukan? Kita harus menemui kepolisian seoul dan mendatangi rumahnya hari ini. Kamu ikut atau tidak?


Aku tidak bisa menolak tugas. Kita berangkat sekarang” Kamipun pergi menaiki bus ke sector kepolisian seoul. Sesampainya disana, kami bertemu seseorang yang sangat kami kenal

“Perdana mentri Redi?”. Yup perdana mentri redi. Tamu rumahku disaat jam kematian Nona Juhn
“Sheila? Apa yang kamu lakukan di korea? Bukannya kamu sedang sibuk di Indonesia ya?” Perdana mentri Redi sedang berbicara dengan seseorang yang sepertinya adalah Opsir Choi. “Sheila, kenalkan ini Opsir Choi, kepala kepolisian Seoul”

Anyeonghaseyo, Namaku Sheila, saya rekan dari detektif Oh dari Indonesia” Opsir Choi tersenyum kepadaku dan Detektif Oh, anak buahnya yang sedang exchange di Indoneia.

“Anyeong Sheila ya, senang bertemu denganmu. Senang melihatmu disini lagi Detektif Oh.” Kemudian Opsir Choi melihat kearah Perdana Mentri Redi. “I should go now. We can continute it later. Thanks for coming” setelah itu Perdana Mentri Redi pergi dengan 2 polisi yang setia menemani

“Ah Sheila ya, Kau kenal dengan Redi? Dia temanku. Kami bertemu di Facebook. Dia ada urusan jadi datang kemari” Opsir Choi terlihat bahagia sekali. Entah karena bertemu teman dunia mayanya atau dia bangga bisa menggunakan facebook.

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (8)

Yasudahlah aku harus kembali keatas sekarang. Aku sudah punya nomermu, aku akan menghubungimu, kuharap kamu tidak keberatan makan malam dengan kami, ajak temanmu juga ” Jun Myun Oppa Kembali keatas sambil melambaikan tangannya. Namja yang sangat sopan

Aku tidak percaya kamu mengiyakan ajakan makan malam mereka” Detektif Oh, atau mulai sekarang ku panggil eonni karena kita sedang tidak bekerja sampai besok. Dia terus mengoceh dan histeris semenjak kembali dari Dance Studio sampai kita berada di tempat makan

Sheila-ya!!” Seseorang memanggilku. Seorang Namja yang tidak terlalu tinggi dengan rambut coklat berantakan. Aku tersenyum senang melihat namja ini

Dio Oppa!! Ya!! Aku rindu sekali padamu!!” Aku langsung memeluk Namja menggemaskan ini. “Kamu tidak berubah sama sekaliiii. Kamu tidak pernah membalas pesanku!

Mian Sheila ya, banyak sekali pesan masuk. Pesanmu tertimbun pesan pesan yang tidak kubuka hehehe” dia mengacak acak rambutku. “Apa yang membawamu ke seoul? Apakah Hyung Bersamamu? Kenapa tidak mengabariku?

Kayak kamu bisa dihubungi saja. Aku baru saja mendarat pagi ini dan aku ada urusan sebentar disini. Hyungmu sibuk sekali akhir akhir ini. Ohiya kenalkan ini eonniku, Oh Jeong Hyeon.” Eonni suka sekali dengan EXO. Biasnya ya ini namja yang ada didepan kami ini. “Eonni dia Dio EXO. Dongsaengnya Kirin oppa

Senang berkenalan denganmu. Terima kasih telah menjaga Noona-in-law ku” Dio oppa mencium punggung tangan eonni dan tersenyum manis sekali. “btw, apa yang kalian lakukan disini? Jangan jangan kalian tamu istimewa Suho Hyung ya?

Suho? Siapa?” Aku kebingungan. Dio oppa juga ikut kebingungan.

Iya. Tapi dia mengenalkan diri dengan nama aslinya, Jun Myun. Sheila tidak sadar akan hal itu” Eonni tertawa sambil mengatakannya. Jadi Jun Myun itu nama aslinya Suho Exo? Aku malu sekaliiiiiiii karena tidak mengenalinya tadi. Jangan jangan namja menyebalkan itu juga member EXO?

Bagaimana bisa? Ayo masuk saja, dia sudah menunggu dari tadi” Dio merangkulku masuk
Kalian masuk sajaa, aku baru saja dapat pesan dari orang tuaku, mereka memintaku makan malam dirumah. Anyeong Sheila yaaaaa, dio oppa

aaaah gak seru. Yasudah hati hati eonni” eonni pergi dan kitapun masuk kedalam. Didalam sudah ada 9 namja tampan yang kelaparan menunggu manusia satu yang berjalan masuk bersamaku
Anyeonhaseyo” sapaku ramah sekalii

Anyeong!!” jawab mereka kompak.

Sheila ya, kau dekat dengan dio?” Jun Myun, maksutku Suho Oppa, kaget karena kami masuk bersamaa

Kita sudah saling mengenal sejak lama hyung. Haha. Aku kaget bertemu dengannya didepan. Ternyata dia tamu istimewa kita” Dio menyuruhku duduk diantaranya dan Chanyeol Oppa. Namja menyebalkan itu melihatku dan tiba tiba tersenyum ramah. Dia manis kalau tersenyum

Mian Sheila soal masalah tadi siang. Aku hanya bercanda. Hahahhaa” dia tertawa. Kamipun mengobrol banyak hal. Mereka ramah ramah dan tidak menertawakanku kalau bahasa koreaku tidak begitu lancer. Suho Oppa membantu dengan bahasa inggrisnya yang fasih.

Suho Oppa mengantarku pulang ke hotel karena sudah sangat larut. Teman temannya yang lain sudah mabuk dan sudah dibawa pulang manager mereka. Dia sengaja tidak banyak minum karena akan mengantarku. Aku sendiri tidak menyukai soju jadi ya aku masih waras 100%

kau cepat sekali dekat dengan kami. Kau menyukai kami?

Tentu saja. Kalian orang orang yang menyenangkan sekali. Aku juga sudah merindukan dio oppa jadi ya begitulah hehe maaf kalau aku terbawa suasana

tidak apa. aku lebih suka kalau begini. Kau mau diantar kemana?
ke apartemen di daerah ini saja. Aku harus menemui seseorang” aku harus membuat kejutan lebih tepatnya

Yakin? Tidak ke hotelmu? Aku tidak apa mengantarmu ke hotelmu

Tidak apaa oppa

aku akan menungguimu. Aku bertanggung jawab sepenuhnya karena aku yang mengajakmu” akhirnya aku mengalah. Siapa tahu kwangsoo oppa sedang sibuk. 

Begitu sampai di gedung apartemen, suho oppa menunggu dilobby, sedangkan aku sendiri naik keatas. Untung saja dia pernah memberitahu kode rumahnya. Kumasukan kodenya. Terbuka. Aku segera masuk dan mencari namja itu. Tapi aku melihat sesuatu yang sangat tidak terduga. Aku mencubit diriku sendiri meyakinkan diri kalau ini mimpi. Tapi tetap saja sakit. Aku semakin tak kuasa melihatnya. Namjaku, sedang kissing dengan yeoja di kamarnya


OPPA!” mereka terkejut dan menghentikan aktivitas mereka

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (7)

Ah Sheila?” aku berbalik untuk melihat pemilik suara itu. Seorang namja berdiri sambil tersenyum manis. Tidak ada topi atau masker yang menutupinya. Aku bisa melihatnya dengan jelas “Apa yang membawamu kemari? Chan berbuat apa lagi?

ah Jun Myun oppa. Mana Chanmu? Dia membawa handphoneku dan menyuruhku kesini untuk mengambilnya

Mian Sheila ya. Chan memang kelewat usil. Aku akan memanggilnya. Dia sedang berada di lantai 3.” Jun Myun oppa menelepon Namja menyebalkan itu

Sheila.. kau kenal dia?” Aku hampir lupa detektif oh disini. “Kalian saling kenal?

Ya dia tadi yang membantuku di kedai kopi. Apakah kau mengenalnya?” tanyaku heran

ah tidak hanya penasaran saja” jawab detektif oh sambil terus memandangi Jun Myun Oppa.

Ah Sheila ya, hp Chan dimatikan. Belum mereka nyalakan sepertinya. Bisa minta nomer hpmu yang dibawa Chan. Siapa tahu akan dijawab” kuberikan nomerku tanpa ragu kalau itu bisa membawa hpku kembali

5 menit kemudian muncullah namja yang menyebalkan itu. Dia tidak menggunakan masker atau topi. Rambutnya abu abu dan berantakan. Bukan putih bukan pirang. Dia juga sudah berganti pakaian mengenakan hoodie abu abu.

Mau apa kau?” tanyanya kasar sekali. Ingin sekali kulempar dia ke dalam sungai han kalau aku kuat
Kembalikan hpku! Menyebalkan sekali

Minta maaflah dulu padaku. Yang baik

ya! Bukan aku satu satunya yang bersalah disini

Aku yang paling tua disini” Hiiih benar benar keras kepala sekali ini orang. Coba han river dekat sini, sudah kudorong dia biarkan saja dia hanyut

chan, kupikir kau melupakan aku..” Jun Myun oppa menyela. Chan sama sekali tidak mempedulikan Jun Myun Oppa. “Kembalikan saja Hpnya Sheila. Kasian dia.”

Baiklah baiklah. Mianhae…. Chan…. Oppa” berat rasanya mengucapkan kata itu untuk namja menyebalkan itu

Okay aku maafkan karena aku kasian dengan Jun Myun Hyung. Dan jangan panggil aku Chan. Namaku Chanyeol, aneh sekali kau tidak tahu aku” Dia memberikan hpku dan pergi kembali keatas. Pede banget sih itu orang satu. Haruskah semua orang mengenalnya. Beneran deh pengen aku hanyutin di han river sekarang kalau bisa

Maafkan perkataan kasar Chan. Tapi.. kamu betul betul tak tahu kami?” Kenapa Jun Myun Oppa ikut ikut. Aku benar benar tidak tahu mereka. Haruskah aku tahu semua orang? Aku pun menggeleng. “Tapi sepertinya temanmu itu tahu siapa kami” Jun Myun Oppa menunjuk Detektif Oh yang dari tadi tidak melepas pandangannya darinya.


Yasudahlah aku harus kembali keatas sekarang. Aku sudah punya nomermu, aku akan menghubungimu, kuharap kamu tidak keberatan makan malam dengan kami, ajak temanmu juga ” Jun Myun Oppa Kembali keatas sambil melambaikan tangannya. Namja yang sangat sopan

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (6)

Aku meminta maaf karena yang melakukannya Chan. Maaf kan dia. Dia sedang sentitif akhir akhir ini”

Tidak apa apa” lelaki itu mengeluarkan uang dari sakunya dan membayarkan kopiku. “Kau tidak perlu membayarkan kopiku. Aku bisa sendiri

Anggap saja permintaan maaf dari Chan. Ah iya namaku jun myun

“Sheila” kami berjalan menjauhi kedai kopi saat lelaki yang tinggi tadi memanggil jun myun oppa untuk segera pergi.

senang bertemu denganmu Sheila. Semoga kita bisa bertemu lagi” Kyungsoo pergi menuju lelaki tinggi itu. Aku juga segera mendatangi Detektif Oh yang tampaknya tak sabar mendapatkan minumannya.

kamu beli kopi di indonesia?” sindir detektif oh sambil menyambar minumannya

maaf eonni, tadi aku ditabrak orang dan aku harus beli lagi

namja? Yeoja?

Namja yang menyebalkan sekali” aku memasukan tangan ke saku untuk mencari handphoneku. “Aah kemana lagi handphoneku

Akan ku telefonkan” Detektif Oh mengambil handphonenya dan menelepon hpku. ”Yeobseo?” detektif melihatku dengan melotot. Ada yang mengangkat panggilan teleponnya. Detektif Oh menyalakan speaker.

Yeobseo? Ada apa?” suara lelaki

Ah ini benar nomer Sheila?

Tidak tahu, tadi pemeliknya menjatuhkannya saat menabrakku. Apakah kau temannya? Katakana padanya untuk mengambilnya kalau bisa

Yaa! Kamu rupanya! Kembalikan handphoneku!

oh kau ada disitu rupanya yeoja menyebalkan. Coba saja ambil sendiri” ia memberikan alamat dan langsung menutup telepon.

Benar kan dia namja yang sangat menyebalkan. Ayo pergi dan ambil kembali Hpku

kamu yakin alamatnya benar?” yang ada di depan kami saat adalah semacam dance studio .”Kamu yakin tidak lupa jalan di sini kan?

Aku yakin sekali. Dulu sebelum graduation dan ditempatkan di Indonesia aku sering kemari untuk berlatih

Sekarang dimana orang itu? Apakah dia bekerja disini?” Kami masuk ke dalam gedung. Kami duduk di ruang tunggu sambil melepon orang menyebalkan itu


Ah Sheila?” aku berbalik untuk melihat pemilik suara itu. Seorang namja berdiri sambil tersenyum manis. Tidak ada topi atau masker yang menutupinya. Aku bisa melihatnya dengan jelas “Apa yang membawamu kemari? Chan berbuat apa lagi?

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (5)

Kukira melihat Detektif Oh Mondar mandir dikamarku itu hanya sekedar mimpi. Ternyata ia benar benar sedang berada di dalam kamarku. Memasukan baju bajuku ke dalam koper. Mau apa sih dia? Detektif Oh melihatku yang sudah tersadar

“Bangun dasar KEBO” Katanya sambil menarik selimut. “Kajja! Buruan mandi sana! Kita akan ketinggalan pesawat nanti kalau kamu tidak cepat” Pesawat? Kita? Mau kemana? Aku tetap berada dalam pelukan selimut yang super nyaman. “Ya Sheila Ya, ppaliwa!

“Mau ngapain sih? Kasus disini kita apa kabar?” Hanya itu yang ada dipikiranku karena sadar aja belum. Dan aku merasa kita harus pergi jauh

“Makanya bangun mandi dan buruan, aku jelasin semuanya di perjalanan” Detektif Oh memberikan handuk mandi dan melemparkan pandangannya ke kamar mandi

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Disinilah aku sekarang. Incheon International Airport. Harapanku untuk datang ke seoul dalam bulan ini menjadi kenyataan. Walaupun berbeda tujuan. Tujuanku dan Detektif Oh kemari untuk mendiskusikan kasus dengan kolega di seoul. Kasus nona Juhn yang sedang kami tangani berkaitan dengan seorang dengan kewarganegaraan korea selatan. Maka kami harus mendiskusikannya dengan Kepolisian disini.

“Aah menurut managernya kita tidak bisa menemuinya hari ini karena jadwalnya padat hari ini.”

“Bukannya kita dengan kepolisian resmi disini? Kenapa tidak kita datangi saja dia?”

“Aku takut akan mengulang kejadian beberapa tahun yang lalu. Yang dilalui teman oppamu”

“ah okay. Aku mau membeli kopi, aku mengantuk sekali. Kamu tunggu koper saja”

“okay, bawakan aku caramel macchiato!” segera kuberanjak menuju kedai kopi terdekat. Antriannya cukup panjang sehingga aku baru sampai didepan. Setelah pesananku jadi aku segera menuju tempat detektif Oh menunggu. Saat itulah seseorang menabrakku

 “Hati hati kalau jalan” Kopi yang kubeli sudah tumpah dilantai. Orang itu.. “Ya! lihat yang kau perbuat!”

Aku? Kamu yang seharusnya berhati hati dan tidak melamun” Suara beratnya terdengar indah. Aaah apa yang kupikirkan “Lain kali berhati hatilah, jangan sampai memandikan orang dengan kopi. Panas sekali”. Lelaki itu tinggi. Sekitar 185cm. kalah tinggi dengan oppaku, hahahaha. Dia menggunakan pakaian yang sangat santai, jeans kaos dan jaket varsity. Mukanya tidak terlalu terlihat karena tertutup topi dan masker

Kalau kau tidak sedang melamun seharusnya kamu bisa menghindariku” Baru saja dia akan menjawab, datanglah 2 orang namja. Yang satu berbadan tinggi, tapi tidak lebih dari namja menyebalkan itu. Dan yang satunya tidak terlalu jauh dari tinggiku, 173cm sepertinya.

sudah hyung jangan buat keributan di tempat umum” Kata Lelaki yang tinggi  itu sambil merangkul lelaki menyebalkan itu. Gadis yang melihat matanya pasti langsung terpesona padanya, dia memiliki mata yang yang sangat menggoda iman. Lelaki yang lebih pendek itu berdiri disebelahnya diam saja.

Aah ya dengarkan dia, jangan buat keributan ditempat umum” Lelaki menyebalkan itu pergi dengan lelaki yang tinggi. Sedangkan lelaki yang lebih pendek malah berjalan mendekatiku

Maafkan chan sudah menabrakmu dan berkata kasar padamu” Lelaki itu meminta maaf padaku. Ini bukan salahnya tetapi dia yang meminta maaf. Sedangkan yang bersalah, yang dia panggil chan itu pergi begitu saja.

Ah tidak apa. kamu tidak perlu minta maaf, bukan kamu yang salah” Aku segera memesan kopi lagi

Aku meminta maaf karena yang melakukannya Chan. Maaf kan dia. Dia sedang sentitif akhir akhir ini

Tidak apa apa” lelaki itu mengeluarkan uang dari sakunya dan membayarkan kopiku. “Kau tidak perlu membayarkan kopiku. Aku bisa sendiri


Anggap saja permintaan maaf dari Chan. Ah iya namaku jun myun” katanya memperkenalkan diri dengan ramah

Sunday, June 14, 2015

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (4)

“Detektif yang lain sudah melihatnya dan sudah mengidentifikasi wajahnya. Kita akan mengadakan pertemuan siang ini. Tapi aku perlu meyakinkan diri dengan melihatnya langsung” Segera kubergabung dengannya melihat rekaman cctv itu. Dalam rekaman tersebut kulihat seorang lelaki kurus serta tinggi berusia sekitar 30 tahunan dengan rambut coklat berantakan yang langsung kukenali.

Tidak mungkin. Dia ada bersamaku siang itu. Kita sedang menonton tv bersama pada saat itu” Kataku dalam bahasa korea tentunya karena aku tak mau orang lain mengerti pembicaran kami

apa ada orang lain yang bersama kalian?

Ada seseorang yang datang kerumahku pada saat itu. Dia datang bertamu. Aku dan kwang… em kirin menemuinya diruang tamu. Aku bisa menghubunginya sekarang kalau mau

Terlambat. Kita ada pertemuan sebentar lagi. Kita akan membahasnya didalam. Siapkan dirimu, Kajja” Detektif Oh menyeretku menuju ruang pertemuan

Selama Pertemuan khusus membahas kasus nona juhn, aku tidak bisa focus. Aku hanya memikirkan tentang rekaman cctv yang diperlihatkan detektif Oh tadi. Tidak mungkin Oppa ada disana saat itu. Jelas sekali dia ada dirumah denganku. Tetapi kalau dia mengatakan alibinya, hubungan kita akan diketahui publik. Dia juga tak mungkin bilang sedang ada di Korea, Fansnya bertemu dengannya 2 hari yang lalu, di taman bermain. Saat penyamarannya terbongkar karena maskernya terlepas. Untungnya aku sedang tidak bersamanya, aku sedang membeli makanan kecil.

“Detektif Sheila? Apakah kau mendengarkan?” Panggilan dari Letnan Tony menyadarkanku dari lamunanku. Seisi ruangan melihat kearahku.

“Maafkan aku letnan, aku hanya sedang tidak enak badan saja hari ini. Maafkan aku karena tidak focus hari ini” Segera aku meminta maaf dan kembali melihat kedepan.

“Pulihkan dulu badanmu, kembalilah kemari besok saat badanmu sudah lebih baik. Detektif Oh akan memberitahukanmu perkembangan dan hasil pertemuannya. Bagaimana? Kau sudah bekerja terlalu keras akhir akhir ini” Kulihat kesungguhan dalam tatapan letnan Tony. Maka aku segera pamit dan pulang kerumah.

Malam harinya Oppa menelepon. Dia menceritakan harinya, tamunya hari ini, bagaimana dia dikalahkan dan lain lain. Aku suka sekali mendengarnya bercerita. Kehidupannya disana berbeda dengan kehidupanku disini. Dia dikelilingi banyak orang yang cantik, godaan tersendiri untuknya. Tetapi dia jelas sekali bisa bertahan dengan keadaan begitu. Dia kan professional

“…..  Akhirnya dengan gampangnya Jaesuk Hyung merobek label namaku, padahal tinggal sedikit lagi aku bisa mengalahkannya” Ceritanya dengan semangat 45. Udah kayak mau perang

Lalu sekarang mau ngapain kamu? Mau minum sama mereka?” Aku tidak suka kalau dia banyak minum hingga mabuk berat, merepotkan orang lain. Aku juga tak suka bau alcohol.

Ah tidak. Nanti ada yang ngambek lagi kalo aku minum minum. Aku terlalu lelah untuk minum. Mungkin aku akan pulang dan tidur. Ohiya bagaimana denganmu? Ada kasus kah? Ceritakan semuanya!” Aku tak tahu harus menceritakannya darimana. Atau justru lebih baik aku tidak bercerita saja. Tapi kasus ini menyangkut dirinya. Bisa saja aku menelepon Perdana Mentri Redi untuk menjadi saksi Alibinya kwangsoo oppa tapi banyak hal yang perlu dipertimbangkan

Jadi sebenarnya… ada berita duka saat aku pulang dari bandara kemarin…”

Moe?! Ceritakan padaku apa yang terjadi setelah aku pergi!

Nona Juhn pengusaha Kolak itu ditemukan tewas dirumahnya. Ditemukan racun dalam tubuhnya. Diduga racun tersebut tercampur dalam kolak yang sedang dia buat. Kami baru saja mengadakan pertemuan khusus untuk kasus ini. Semoga saja tidak memakan waktu yang lama untuk menemukan tersangkanya


Aku turut berduka. Sedih sekali.. aku suka kolaknya padahal bla bla bla bla…” Kami mengobrol sampai aku tertidur. Dia baru akan mematikan kalau aku sudah tertidur. Bahkan kadang tidak dimatikan sampai pagi

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (3)

**Yang tulisan miring itu bahasa korea

“Seseorang?” Apakah pelakunya langsung ditemukan semudah ini?

“Ya, dengan orang yang ada didepan itu” Cherry menunjuk seseorang yang ada di dekat pintu. Perdana Mentri Redi. Mendengar peryataan Cherry, Detektif Oh mengambil tindakan, ia dan 2 polisi setempat mengamankan Perdana Mentri Redi, dan membawanya ke Kantor untuk ditanya tanyai

“Terima kasih cherry, kau sangat membantu. Kalau ada apa apa segera hubungi aku atau detektif Oh” aku menyerahkan kartu namaku dan kartu nama detektif Oh. Walaupun aku yakin cherry sudah punya nomor rumahku.

Seperti yang sudah aku duga, tidak mungkin menemukan pelakunya cepat ini. Alibi redi sangat kuat. Dia memang sedang rapat, lalu dia menuju ke rumahku untuk beramah tamah dan kemudian dia kerumah nona juhn. Redi berkata keadaan nona juhn sudah begitu saat dia datang. Saat itu pula cherry melihatnya. Redi pun segera pergi dari kantor polisi setelah alibinya mengatakan ia tidak bersalah.

Paginya saat aku membuka hp dan melihat ada 12 panggilan tak terjawab dan 5 line masuk dari Kwangsoo. Dia mungkin mengabari kalau sudah sampai di Incheon.

“Chagiyaa, aku sudah sampai Incheon. Aku sudah rindu denganmu”

Yang kedua dia mengirimi foto selfie didepan Bandara Incheon. Dia menunggu dijemput Drivernya

“Sheila-yaa, tebak siapa yang setuju pergi ke Indonesia bulan depan? Adik adikmu pasti sukaa”

Dia pun mengirim foto selfienya dengan Jihyo, gary, haha, jongkook, jaesuk dan sukjin

“Mungkin Joong-ki juga akan ikut, dia akan keluar dari wamil minggu depan. Aku tidak sabar menunggu bertemu denganmu lagi :)”

Aku tidak memberitahu rencanaku. Aku akan pergi ke Korea selatan untuk menemuinya. Ini akan jadi kejutan kecil untuknya. Lagipula sudah lama sekali aku tidak pergi liburan. Terlalu sibuk untuk berlibur. Begitu kasus nona juhn ini selesai, aku akan langsung memesan tiket kesana. Segera kuketikkan balasan untuknya

hahaha lagi pula sudah lama sekali aku tidak bertemu mereka semua. Terutama Jihyo oenni, banyak yang harus kita obrolkan J

Stelah membalasnya akupun segera mandi dan berangkat ke kantor. Sesampainya disana aku melihat Detektif Oh sedang mengamati Laptop dengan serius.

Serius amat. Baru lihat apa sih?” Tanyaku penasaran. Dilayar menampilkan video yang kurasa rekaman CCTV. “sudah menemukan sesuatu di rekaman ini?

Detektif yang lain sudah melihatnya dan sudah mengidentifikasi wajahnya. Kita akan mengadakan pertemuan siang ini. Tapi aku perlu meyakinkan diri dengan melihatnya langsung” Segera kubergabung dengannya melihat rekaman cctv itu. Dalam rekaman tersebut kulihat seorang lelaki kurus serta tinggi berusia sekitar 30 tahunan dengan rambut coklat berantakan yang langsung kukenali

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (2)

**Yang garis miring pakai bahasa korea pokoknya

“Ah Sheila! Kemari!” Redi memanggilku. Matanya jeli sekali bisa melihatku di keramaian seperti ini

“Ada apa? Apa yang terjadi pada Nona Juhn?”

“Nona Juhn tewas”

“Hah? Jangan bercanda!” Aku langsung masuk ke rumah nona juhn, bergabung dengan Detektif Oh. Detektif Oh adalah detektif pertukaran dari korea selatan.

habis mengantar kirin ke bandara?” kirin adalah kode antara aku dan detektif Oh saat membicarakan kwangsoo, yang dalam bahasa Indonesia berarti jerapah. Hanya dia orang dalam tim ku yang  tahu tentang hubunganku dengan kwangsoo oppa.

Ne. aku tidak percaya ada pembunuhan dan kalian tidak menghubungiku. Padahal kamu tahu ini adalah daerahku” tanyaku padanya sambil mengamati mayat Nona Juhn

Aku tahu kau sedang mengantar kirin. Aku merasa tak enak kalau mengganggumu disaat saat seperti ini” Memang paling mengerti aku detektif Oh ini. “Kau mengenalnya? Dia tetanggamu kan?”

“Ne, dia Nona Juhn pembuat kolak terbaik. Menurut berita sih Jennifer Lopez sampai ketagihan dan memborong berliter liter untuk dibawa ke USA.” Aku mengamati matanya yang masih melotot, mungkin dia sangat tersiksa saat menjelang ajalnya.” Kirin juga sangat menyukai kolak buatan nona Juhn ini. Mampirlah kerumah kalau ingin mencobanya nanti. Ngomong ngomong waktu kematian? COD? Dan saksi mata? Adakah saksi mata?”

“Ah ini dia keracunan saat mencicipi kolaknya” kulihat mayatnya masih memegang sendok “waktu kematian 3 sampai 4 jam yang lalu dan pembantunya cherry. Kau mau yang bertanya kepadanya? Tapi kurasa dia masih shock”

Aku dan Detektif Oh menghampiri Cherry yang sedang duduk di ruang tengah. Mukanya pucat sekali. Aku bisa melihat matanya sembab dan matanya berair. Benar sekali dia masih shock. Aku mengenalnya, kami sering bertemu jika sedang berbelanja di supermarket ujung jalan besar itu. Aku berharap dia mau mengatakan sesuatu padaku.

“Cherry.. aku turut berduka cita..” aku memeluknya. Dia membalas pelukanku.

“Sheila… aku tak tau harus berbuat apa” suaranya serak

“Kamu bisa membantuku dan timku. Katakan saja apa yang kamu yang kamu lihat”

“Aku habis belanja seperti biasanya. Lalu aku kembali kemari. setelah menaruh bahan bahan didapur aku kembali ke kamar untuk beristirahat sebelum membuat pesanan kolak yang sangat banyak. Begitu bangun aku ke dapur dan melihat mayatnya… dengan sesorang”

“Seseorang?” Apakah pelakunya langsung ditemukan semudah ini?

“Ya, dengan orang yang ada didepan itu” Cherry menunjuk seseorang yang ada di dekat pintu. Perdana Mentri Redi. Mendengar peryataan Cherry, Detektif Oh mengambil tindakan, ia dan 2 polisi setempat mengamankan Perdana Mentri Redi, dan membawanya ke Kantor untuk ditanya tanyai


“Terima kasih cherry, kau sangat membantu. Kalau ada apa apa segera hubungi aku atau detektif Oh” aku menyerahkan kartu namaku dan kartu nama detektif Oh. Walaupun aku yakin cherry sudah punya nomor rumahku.

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (1)

***Yang bergaris miring pakai bahasa korea pokoknya


Bisa dibilang kita berdua sudah bahagia dipersatukan. Kalo menurut orang, Cinta bisa membutakan segalanya, kita berdua setuju dengan itu. Perbedaan diantara kami pun seperti sudah tidak ada lagi. Dia memang segalanya bagiku. Dialah orang yang menyadarkanku dari keterpurukan. Dia yang menuntunku kembali ke jalan yang benar. Dialah alasan dari semua canda tawaku. Usia kami yang bisa dibilang terpaut cukup jauhpun tidak kami hiraukan. Asalkan kami bahagia dan saling mencintai itu sudah cukup.

Dia memang lelaki yang tidak biasa. Tidak pernah terpikir olehku bisa bersamanya seperti sekarang. Umurnya 30 tahun saat aku menulis ini. Tingginya melebihi rata rata, sekitar 190 cm. Badannya bagus. Rambut coklatnya berantakan. Senyumnya membuat orag lain yang melihatnya ikut tersenyum. Dia sangat popular di negaranya, Korea Selatan. Dia adalah seorang model dan actor terkenal. Dia bermain di Variety Show yang paling mendunia. Sangat berbanding terbalik denganku. Aku hanyalah gadis Indonesia berumur 22 tahun. Aku tidak tinggi, hanya 159 cm. aku tidak bisa dibilang kurus, dan tidak bisa dibilang gendut juga tapi. Rambutku hitam dan lebat. Senyumku biasa saja. Aku tidak bisa bernyanyi, dan suaraku berat. Aku seorang detektif dan tidak bergelut di bidang entertainment.

Yang akan aku ceritakan bukanlah kisah cinta klasik kami. Tetapi cerita tentang apa yang kami hadapi sebelum berbahagia. Cerita ini berawal saat dimana hari sangat cerah, dia sedang berlibur disini, menghabiskan waktu bersama. Saat itulah datang seseorang kerumah kami

“Perdana Mentri Redi? Ah apa kabar? Lama tak berjumpa. Silahkan masuk”

“Kabar baik Sheila. Bagaimana denganmu? Sudah berapa tahun tidak bertemu” P.M. Redi masuk dan duduk di sofa ruang tamu. Kami adalah teman semasa SMP dulu, walaupun dia lebih tua dariku. Kami mengobrol dengan serunya. Tiba tiba saja lelaki itu bergabung. Terlihat dari raut mukanya, kalau dia tidak suka ditinggal sendirian

Sheila-ya, siapa itu?” tanyanya penasaran

Ah ini Perdana Menteri Redi. Dia kakak tingkatku semasa SMP” kurasa lelaki itu tidak terlalu tertarik dengan jawabanku. Dia bertanya karena ingin diajak mengobrol juga. Menggemaskan sekali

“Jadi ini pria yang sedang dipuja puja banyak gadis, yang kabarnya berpacaran dengan gadis Indonesia. Beritanya sangat menggemparkan loh. Tak kusangka ternyata gadis itu kamu.” Lebay sekali jika menggunakan kata dipuja puja. Dan aku tidak menduga sebelumnya bahwa berita itu bisa sampai di telinga perdana mentri. Update sekali perdana mentri yang satu ini.

“My name is lee kwang soo, you can call me kwang soo even I know that I am older than…..”

“oppa” aku mengingatkannya

“Aaaah I am sorry but in my country if I am older than you, you should call me hyung, not calling name. I am sorry I can’t addaptade with this culture” dia menangkap maksutku

“It’s okay kwangsoo, aku juga tidak bisa berlama lama, aku akan kerumah Nona Juhn. Kudengar kolak buatannya sangat nikmat. Bahkan Jennifer Lopez pun ketagihan. Aku pamit dulu ya” P.M. Redi pun pergi menuju ruman Nona Juhn

Mau kemana dia?” Lucu sekali karena dia jarang sekali banyak bertanya seperti ini

ketempat Nyonya Juhn. Mau makan Kolak dia

aaah kolak nyonya juhn. Sangat menyegarkan dan sangat laris. Bahkan pendapatannya sehari lebih banyak dari gajiku sekali shooting” tangannya melingka di bahuku “Bagaimana kalau kita menaruh saham disana? Sangat menguntungkan sekali kalau dipikir pikir”

“Heeem bisa jadi. Tapi aku yakin nona Juhn tidak membutuhkan seseorang berinvestasi. Aah Aigo oppa, kita harus ke bandara sekarang. 2 jam lagi pesawatmu ke Jakarta akan berangkat”

“Aku benci kalau sudah saatnya kembali ke rutinitasku. Meninggalkanmu disini sendiri. Semoga kau cepat pindah ketempatku” dia beranjak masuk ke kamar untuk bersiap siap dan mengambil kopernya.

Aku pun sama segera bersiap untuk mengantarnya ke bandara. Sebenarnya aku juga berharap cepat pindah ke negaranya, gak tak terlalu lama memendam rindu. Pasti menyenangkan menunggunya pulang shooting atau photoshoot, menghindari fansnya yang ada banyak di seluruh dunia. Mengerikan memang, tapi itu menyenangkan selama aku melakukannya dengannya

Perjalanan ke bandara terasa cepat sekali. Kami membicarakan hal hal yang tidak sempat kami bicarakan selama 3 hari ini. Kami juga membuat to do list yang harus kami lakukan bulan depan, saat dia kembali ke sini. Dia berjanji untuk datang bersama Ji Hyo Oenni dan Kang Gary oppa. Melepasnya pulang di bandara adalah hal yang paling aku benci. Keramaian di depan rumah Nona Juhn menarik perhatianku sepanjang jalan pulang. Akupun segera turun dan langsung membaur dikeramaian untuk melihat ada apa. Disana aku melihat ada 3 mobil polisi, 1 mobil ambulance dan mobil perdana mentri. Redi berada disini.

“Ah Sheila! Kemari!” Redi memanggilku. Matanya jeli sekali bisa melihatku di keramaian seperti ini

“Ada apa? Apa yang terjadi pada Nona Juhn?”


“Nona Juhn tewas”..................................(to be continued)