Tuesday, June 16, 2015

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (10)

Anyeonhaseyo, Namaku Sheila, saya rekan dari detektif Oh dari Indonesia” Opsir Choi tersenyum kepadaku dan Detektif Oh, anak buahnya yang sedang exchange di Indoneia.

“Anyeong Sheila ya, senang bertemu denganmu. Senang melihatmu disini lagi Detektif Oh.” Kemudian Opsir Choi melihat kearah Perdana Mentri Redi. “I should go now. We can continute it later. Thanks for coming” setelah itu Perdana Mentri Redi pergi dengan 2 polisi yang setia menemani

“Ah Sheila ya, Kau kenal dengan Redi? Dia temanku. Kami bertemu di Facebook. Dia ada urusan jadi datang kemari” Opsir Choi terlihat bahagia sekali. Entah karena bertemu teman dunia mayanya atau dia bangga bisa menggunakan facebook.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

“Lee Kwang Soo ssi?” Opsir Choi mengetuk pintu apartemen Kwangsoo. Dari dalam terdengar suara langkah berjalan menuju pintu.

“Siapa?” Pintupun terbuka. Dia tidak terlihat seperti kwangsoo yang biasanya. Matanya merah, rambut coklatnya sangat berantakan. Dia terlhat kelelahan.

“Kepolisian Seoul, silahkan ikut kami ke kantor polisi pusat” Opsir Choi menunjukan Identity Cardnya. Kwangsoo terlihat kebingungan. Dia benar benar tidak tahu apa yang terjadi

“kenapa? Ada apa? tidak bisakah dibicarakan disini saja?”

“Maaf lee kwangsoo ssi, kami akan jelaskan ketika sudah sampai” Kedua polisi yang ikut bersama kami pun menggiring kwangsoo untuk mengikuti opsir choi. Matanya menatapku heran dan seperti meminta kejelasan. Aku segera membuang muka dan berjalan bersama detektif Oh

“Sheila, jangan pulang dulu. Kamu hanya beberapa hari disini. Jangan pulang dooong jangaaan ” Chanyeol oppa terlihat sedih sekali. Hari ini adalah hari kepulanganku ke Indonesia, Tersangka LKS akan dibawa ke Indonesia dan diusut disana. Setelah aku memberitahu Dio oppa dan Suho Oppa jadwal kepulanganku, seluruh member EXO pun pergi ke bandara. Mereka menggunakan penyamarannya agar tidak ketahuan Fans mereka.

“Aku belum memperlihatkan kemampuan Wushuku Sheila yaaa. Dan aku juga membeli ini untukmu” Tao oppa memberikan boneka panda yang lucu sekali

“Apakah kamu benar benar harus pulang? Kita belum bermain bersama” Chen dan Xiumin oppa terlihat lucu sekalii

“Iyaa kita berdua belum ‘bermain’ bersama” Kai oppa tersenyum manis dan tatapan matanya menggoda sekali. Tapi sepertinya itu tidak baik, karena Suho Oppa langsung menegurnya

“Kamu belum kupakaikan eyeliner Sheila ya! Aku ingin mengubahmu jadi lebih cantik lagi” Baekhyun oppa menunjukan eyelinernya.

“aku belum menanyakan ini Sheila ya. Aku ingin menanyakan ini sejak pertama bertemu.” Lay oppa mendekat ke teligaku dan berbisik. “Apakah kamu punya Unicorn? Aku suka sekali dengan Unicorn” walaupun berbisik tetapi aku yakin member exo yang lain bisa mendengarnya. Karena kulihat suho dan dio tersenyum mengejek lay. Jahat sekali

“Honey, aku belum mengajakmu mengitari seoul, memakan eskrim dan menikmati toppokki bersama” Sehun oppa memelukku.”Aku senang bertemu Yeoja yang lebih muda dariku, kebanyakan lebih tua semua”

“Cukup Sehun ya, Cuma aku yang boleh memeluknya” Dio melepaskan pelukan sehun dan menggantikan posisinya.”Kita sudah lama sekali tidak bertemu dan saat sudah bertemu hanya sebentar. Aku merindukanmu.” Nado oppa nado. Aku merasakan tatapan dari arah belakangku. Mungkin dio oppa juga merasakannya, dia lalu melepaskan pelukannya. Kulihat kwangsoo memandang tajam kearah kami

“Jangan khawatir oppa, aku sudah tidak ada apa apa dengannya. Aku akan menceritakannya di telepon saat aku sudah sampai di Indonesia” aku berbisik agar tidak ada yang mendengarku selain dio oppa.

“Aku membuatkanmu ini” Dio menyodorkan kotak bento. Sepertinya dia membuat sendiri semuanya. “Tapi aku yakin makanan ini tidak bisa masuk, jadi kamu harus menghabiskannya sebelum masuk” Dio oppa tersenyum dan berjalan mendekati kwangsoo sementara aku bertemu dengan Suho oppa

“Hai Jun Myun Oppa” Kusapa dia agak sedikit Awkward karena terakhir kita bertemu keadaannya cukup membuatku malu

“Suho saja. Kamu benar benar harus pulang nih? Padahal aku ingin mendengar banyak ceritamu” Suho oppa tersenyum tulus

“Ceritaku bisa memakan waktu berbulan bulan, aku tidak yakin kau punya waktu hahahaha”

“Aku tetap mendengarkan. Apa perlu aku ikut ke Indonesia denganmu?” dia seperti mendapat pencerahan dan membuka dompetnya


“Tidak perlu oppa. Jadwalmu padat ingat. Dio memberitahukannya padaku. Aku akan datang kesini lagi, tenang saja” Aku menyodorkan jari kelingkingku. “pinky promise?” terlihat ragu ragu tapi dia tetap mengaitkan kelingkingnya padaku. Setelah puas berpamitan, memakan bento dio dan Detektif Oh mendapatkan foto bersama Dio oppa, kami masuk.

No comments:

Post a Comment