“Yasudahlah aku harus kembali keatas sekarang. Aku sudah punya nomermu,
aku akan menghubungimu, kuharap kamu tidak keberatan makan malam dengan kami,
ajak temanmu juga ” Jun Myun Oppa Kembali keatas sambil melambaikan
tangannya. Namja yang sangat sopan
“Aku tidak percaya
kamu mengiyakan ajakan makan malam mereka” Detektif Oh, atau mulai sekarang
ku panggil eonni karena kita sedang tidak bekerja sampai besok. Dia terus
mengoceh dan histeris semenjak kembali dari Dance Studio sampai kita berada di
tempat makan
“Sheila-ya!!”
Seseorang memanggilku. Seorang Namja yang tidak terlalu tinggi dengan rambut
coklat berantakan. Aku tersenyum senang melihat namja ini
“Dio Oppa!! Ya!! Aku
rindu sekali padamu!!” Aku langsung memeluk Namja menggemaskan ini. “Kamu tidak berubah sama sekaliiii. Kamu
tidak pernah membalas pesanku!”
“Mian Sheila ya,
banyak sekali pesan masuk. Pesanmu tertimbun pesan pesan yang tidak kubuka
hehehe” dia mengacak acak rambutku. “Apa
yang membawamu ke seoul? Apakah Hyung Bersamamu? Kenapa tidak mengabariku?”
“Kayak kamu bisa
dihubungi saja. Aku baru saja mendarat pagi ini dan aku ada urusan sebentar disini.
Hyungmu sibuk sekali akhir akhir ini. Ohiya kenalkan ini eonniku, Oh Jeong
Hyeon.” Eonni suka sekali dengan EXO. Biasnya ya ini namja yang ada didepan
kami ini. “Eonni dia Dio EXO.
Dongsaengnya Kirin oppa”
“Senang berkenalan
denganmu. Terima kasih telah menjaga Noona-in-law ku” Dio oppa mencium
punggung tangan eonni dan tersenyum manis sekali. “btw, apa yang kalian lakukan disini? Jangan jangan kalian tamu istimewa
Suho Hyung ya?”
“Suho? Siapa?” Aku
kebingungan. Dio oppa juga ikut kebingungan.
“Iya. Tapi dia
mengenalkan diri dengan nama aslinya, Jun Myun. Sheila tidak sadar akan hal itu”
Eonni tertawa sambil mengatakannya. Jadi Jun Myun itu nama aslinya Suho Exo?
Aku malu sekaliiiiiiii karena tidak mengenalinya tadi. Jangan jangan namja
menyebalkan itu juga member EXO?
“Bagaimana bisa? Ayo
masuk saja, dia sudah menunggu dari tadi” Dio merangkulku masuk
“Kalian masuk sajaa,
aku baru saja dapat pesan dari orang tuaku, mereka memintaku makan malam
dirumah. Anyeong Sheila yaaaaa, dio oppa”
“aaaah gak seru.
Yasudah hati hati eonni” eonni pergi dan kitapun masuk kedalam. Didalam
sudah ada 9 namja tampan yang kelaparan menunggu manusia satu yang berjalan
masuk bersamaku
“Anyeonhaseyo”
sapaku ramah sekalii
“Anyeong!!” jawab
mereka kompak.
“Sheila ya, kau dekat
dengan dio?” Jun Myun, maksutku Suho Oppa, kaget karena kami masuk bersamaa
“Kita sudah saling
mengenal sejak lama hyung. Haha. Aku kaget bertemu dengannya didepan. Ternyata
dia tamu istimewa kita” Dio menyuruhku duduk diantaranya dan Chanyeol Oppa.
Namja menyebalkan itu melihatku dan tiba tiba tersenyum ramah. Dia manis kalau
tersenyum
“Mian Sheila soal
masalah tadi siang. Aku hanya bercanda. Hahahhaa” dia tertawa. Kamipun
mengobrol banyak hal. Mereka ramah ramah dan tidak menertawakanku kalau bahasa
koreaku tidak begitu lancer. Suho Oppa membantu dengan bahasa inggrisnya yang
fasih.
Suho Oppa mengantarku pulang ke hotel karena sudah sangat
larut. Teman temannya yang lain sudah mabuk dan sudah dibawa pulang manager
mereka. Dia sengaja tidak banyak minum karena akan mengantarku. Aku sendiri
tidak menyukai soju jadi ya aku masih waras 100%
“kau cepat sekali
dekat dengan kami. Kau menyukai kami?”
“Tentu saja. Kalian
orang orang yang menyenangkan sekali. Aku juga sudah merindukan dio oppa jadi
ya begitulah hehe maaf kalau aku terbawa suasana”
“tidak apa. aku lebih
suka kalau begini. Kau mau diantar kemana?”
“ke apartemen di
daerah ini saja. Aku harus menemui seseorang” aku harus membuat kejutan
lebih tepatnya
“Yakin? Tidak ke
hotelmu? Aku tidak apa mengantarmu ke hotelmu”
“Tidak apaa oppa”
“aku akan menungguimu.
Aku bertanggung jawab sepenuhnya karena aku yang mengajakmu” akhirnya aku
mengalah. Siapa tahu kwangsoo oppa sedang sibuk.
Begitu sampai di gedung
apartemen, suho oppa menunggu dilobby, sedangkan aku sendiri naik keatas.
Untung saja dia pernah memberitahu kode rumahnya. Kumasukan kodenya. Terbuka.
Aku segera masuk dan mencari namja itu. Tapi aku melihat sesuatu yang sangat
tidak terduga. Aku mencubit diriku sendiri meyakinkan diri kalau ini mimpi.
Tapi tetap saja sakit. Aku semakin tak kuasa melihatnya. Namjaku, sedang
kissing dengan yeoja di kamarnya
“OPPA!” mereka
terkejut dan menghentikan aktivitas mereka
No comments:
Post a Comment