Sunday, June 14, 2015

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (4)

“Detektif yang lain sudah melihatnya dan sudah mengidentifikasi wajahnya. Kita akan mengadakan pertemuan siang ini. Tapi aku perlu meyakinkan diri dengan melihatnya langsung” Segera kubergabung dengannya melihat rekaman cctv itu. Dalam rekaman tersebut kulihat seorang lelaki kurus serta tinggi berusia sekitar 30 tahunan dengan rambut coklat berantakan yang langsung kukenali.

Tidak mungkin. Dia ada bersamaku siang itu. Kita sedang menonton tv bersama pada saat itu” Kataku dalam bahasa korea tentunya karena aku tak mau orang lain mengerti pembicaran kami

apa ada orang lain yang bersama kalian?

Ada seseorang yang datang kerumahku pada saat itu. Dia datang bertamu. Aku dan kwang… em kirin menemuinya diruang tamu. Aku bisa menghubunginya sekarang kalau mau

Terlambat. Kita ada pertemuan sebentar lagi. Kita akan membahasnya didalam. Siapkan dirimu, Kajja” Detektif Oh menyeretku menuju ruang pertemuan

Selama Pertemuan khusus membahas kasus nona juhn, aku tidak bisa focus. Aku hanya memikirkan tentang rekaman cctv yang diperlihatkan detektif Oh tadi. Tidak mungkin Oppa ada disana saat itu. Jelas sekali dia ada dirumah denganku. Tetapi kalau dia mengatakan alibinya, hubungan kita akan diketahui publik. Dia juga tak mungkin bilang sedang ada di Korea, Fansnya bertemu dengannya 2 hari yang lalu, di taman bermain. Saat penyamarannya terbongkar karena maskernya terlepas. Untungnya aku sedang tidak bersamanya, aku sedang membeli makanan kecil.

“Detektif Sheila? Apakah kau mendengarkan?” Panggilan dari Letnan Tony menyadarkanku dari lamunanku. Seisi ruangan melihat kearahku.

“Maafkan aku letnan, aku hanya sedang tidak enak badan saja hari ini. Maafkan aku karena tidak focus hari ini” Segera aku meminta maaf dan kembali melihat kedepan.

“Pulihkan dulu badanmu, kembalilah kemari besok saat badanmu sudah lebih baik. Detektif Oh akan memberitahukanmu perkembangan dan hasil pertemuannya. Bagaimana? Kau sudah bekerja terlalu keras akhir akhir ini” Kulihat kesungguhan dalam tatapan letnan Tony. Maka aku segera pamit dan pulang kerumah.

Malam harinya Oppa menelepon. Dia menceritakan harinya, tamunya hari ini, bagaimana dia dikalahkan dan lain lain. Aku suka sekali mendengarnya bercerita. Kehidupannya disana berbeda dengan kehidupanku disini. Dia dikelilingi banyak orang yang cantik, godaan tersendiri untuknya. Tetapi dia jelas sekali bisa bertahan dengan keadaan begitu. Dia kan professional

“…..  Akhirnya dengan gampangnya Jaesuk Hyung merobek label namaku, padahal tinggal sedikit lagi aku bisa mengalahkannya” Ceritanya dengan semangat 45. Udah kayak mau perang

Lalu sekarang mau ngapain kamu? Mau minum sama mereka?” Aku tidak suka kalau dia banyak minum hingga mabuk berat, merepotkan orang lain. Aku juga tak suka bau alcohol.

Ah tidak. Nanti ada yang ngambek lagi kalo aku minum minum. Aku terlalu lelah untuk minum. Mungkin aku akan pulang dan tidur. Ohiya bagaimana denganmu? Ada kasus kah? Ceritakan semuanya!” Aku tak tahu harus menceritakannya darimana. Atau justru lebih baik aku tidak bercerita saja. Tapi kasus ini menyangkut dirinya. Bisa saja aku menelepon Perdana Mentri Redi untuk menjadi saksi Alibinya kwangsoo oppa tapi banyak hal yang perlu dipertimbangkan

Jadi sebenarnya… ada berita duka saat aku pulang dari bandara kemarin…”

Moe?! Ceritakan padaku apa yang terjadi setelah aku pergi!

Nona Juhn pengusaha Kolak itu ditemukan tewas dirumahnya. Ditemukan racun dalam tubuhnya. Diduga racun tersebut tercampur dalam kolak yang sedang dia buat. Kami baru saja mengadakan pertemuan khusus untuk kasus ini. Semoga saja tidak memakan waktu yang lama untuk menemukan tersangkanya


Aku turut berduka. Sedih sekali.. aku suka kolaknya padahal bla bla bla bla…” Kami mengobrol sampai aku tertidur. Dia baru akan mematikan kalau aku sudah tertidur. Bahkan kadang tidak dimatikan sampai pagi

No comments:

Post a Comment