Sunday, June 14, 2015

Antara aku kamu dan terkadang Kolak (2)

**Yang garis miring pakai bahasa korea pokoknya

“Ah Sheila! Kemari!” Redi memanggilku. Matanya jeli sekali bisa melihatku di keramaian seperti ini

“Ada apa? Apa yang terjadi pada Nona Juhn?”

“Nona Juhn tewas”

“Hah? Jangan bercanda!” Aku langsung masuk ke rumah nona juhn, bergabung dengan Detektif Oh. Detektif Oh adalah detektif pertukaran dari korea selatan.

habis mengantar kirin ke bandara?” kirin adalah kode antara aku dan detektif Oh saat membicarakan kwangsoo, yang dalam bahasa Indonesia berarti jerapah. Hanya dia orang dalam tim ku yang  tahu tentang hubunganku dengan kwangsoo oppa.

Ne. aku tidak percaya ada pembunuhan dan kalian tidak menghubungiku. Padahal kamu tahu ini adalah daerahku” tanyaku padanya sambil mengamati mayat Nona Juhn

Aku tahu kau sedang mengantar kirin. Aku merasa tak enak kalau mengganggumu disaat saat seperti ini” Memang paling mengerti aku detektif Oh ini. “Kau mengenalnya? Dia tetanggamu kan?”

“Ne, dia Nona Juhn pembuat kolak terbaik. Menurut berita sih Jennifer Lopez sampai ketagihan dan memborong berliter liter untuk dibawa ke USA.” Aku mengamati matanya yang masih melotot, mungkin dia sangat tersiksa saat menjelang ajalnya.” Kirin juga sangat menyukai kolak buatan nona Juhn ini. Mampirlah kerumah kalau ingin mencobanya nanti. Ngomong ngomong waktu kematian? COD? Dan saksi mata? Adakah saksi mata?”

“Ah ini dia keracunan saat mencicipi kolaknya” kulihat mayatnya masih memegang sendok “waktu kematian 3 sampai 4 jam yang lalu dan pembantunya cherry. Kau mau yang bertanya kepadanya? Tapi kurasa dia masih shock”

Aku dan Detektif Oh menghampiri Cherry yang sedang duduk di ruang tengah. Mukanya pucat sekali. Aku bisa melihat matanya sembab dan matanya berair. Benar sekali dia masih shock. Aku mengenalnya, kami sering bertemu jika sedang berbelanja di supermarket ujung jalan besar itu. Aku berharap dia mau mengatakan sesuatu padaku.

“Cherry.. aku turut berduka cita..” aku memeluknya. Dia membalas pelukanku.

“Sheila… aku tak tau harus berbuat apa” suaranya serak

“Kamu bisa membantuku dan timku. Katakan saja apa yang kamu yang kamu lihat”

“Aku habis belanja seperti biasanya. Lalu aku kembali kemari. setelah menaruh bahan bahan didapur aku kembali ke kamar untuk beristirahat sebelum membuat pesanan kolak yang sangat banyak. Begitu bangun aku ke dapur dan melihat mayatnya… dengan sesorang”

“Seseorang?” Apakah pelakunya langsung ditemukan semudah ini?

“Ya, dengan orang yang ada didepan itu” Cherry menunjuk seseorang yang ada di dekat pintu. Perdana Mentri Redi. Mendengar peryataan Cherry, Detektif Oh mengambil tindakan, ia dan 2 polisi setempat mengamankan Perdana Mentri Redi, dan membawanya ke Kantor untuk ditanya tanyai


“Terima kasih cherry, kau sangat membantu. Kalau ada apa apa segera hubungi aku atau detektif Oh” aku menyerahkan kartu namaku dan kartu nama detektif Oh. Walaupun aku yakin cherry sudah punya nomor rumahku.

No comments:

Post a Comment