“Ah Sheila! Kemari!” Redi memanggilku. Matanya jeli sekali
bisa melihatku di keramaian seperti ini
“Ada apa? Apa yang terjadi pada Nona Juhn?”
“Nona Juhn tewas”
“Hah? Jangan bercanda!” Aku langsung masuk ke rumah nona
juhn, bergabung dengan Detektif Oh. Detektif Oh adalah detektif pertukaran dari
korea selatan.
“ habis mengantar
kirin ke bandara?” kirin adalah kode antara aku dan detektif Oh saat
membicarakan kwangsoo, yang dalam bahasa Indonesia berarti jerapah. Hanya dia
orang dalam tim ku yang tahu tentang
hubunganku dengan kwangsoo oppa.
“Ne. aku tidak percaya
ada pembunuhan dan kalian tidak menghubungiku. Padahal kamu tahu ini adalah
daerahku” tanyaku padanya sambil mengamati mayat Nona Juhn
“Aku tahu kau sedang
mengantar kirin. Aku merasa tak enak kalau mengganggumu disaat saat seperti
ini” Memang paling mengerti aku detektif Oh ini. “Kau mengenalnya? Dia tetanggamu kan?”
“Ne, dia Nona Juhn
pembuat kolak terbaik. Menurut berita sih Jennifer Lopez sampai ketagihan dan
memborong berliter liter untuk dibawa ke USA.” Aku mengamati matanya yang
masih melotot, mungkin dia sangat tersiksa saat menjelang ajalnya.” Kirin juga sangat menyukai kolak buatan nona
Juhn ini. Mampirlah kerumah kalau ingin mencobanya nanti. Ngomong ngomong waktu
kematian? COD? Dan saksi mata? Adakah saksi mata?”
“Ah ini dia keracunan
saat mencicipi kolaknya” kulihat mayatnya masih memegang sendok “waktu kematian 3 sampai 4 jam yang lalu dan
pembantunya cherry. Kau mau yang bertanya kepadanya? Tapi kurasa dia masih
shock”
Aku dan Detektif Oh menghampiri Cherry yang sedang duduk di
ruang tengah. Mukanya pucat sekali. Aku bisa melihat matanya sembab dan matanya
berair. Benar sekali dia masih shock. Aku mengenalnya, kami sering bertemu jika
sedang berbelanja di supermarket ujung jalan besar itu. Aku berharap dia mau
mengatakan sesuatu padaku.
“Cherry.. aku turut berduka cita..” aku memeluknya. Dia membalas
pelukanku.
“Sheila… aku tak tau harus berbuat apa” suaranya serak
“Kamu bisa membantuku dan timku. Katakan saja apa yang kamu
yang kamu lihat”
“Aku habis belanja seperti biasanya. Lalu aku kembali
kemari. setelah menaruh bahan bahan didapur aku kembali ke kamar untuk
beristirahat sebelum membuat pesanan kolak yang sangat banyak. Begitu bangun aku
ke dapur dan melihat mayatnya… dengan sesorang”
“Seseorang?” Apakah pelakunya langsung ditemukan semudah
ini?
“Ya, dengan orang yang ada didepan itu” Cherry menunjuk
seseorang yang ada di dekat pintu. Perdana Mentri Redi. Mendengar peryataan
Cherry, Detektif Oh mengambil tindakan, ia dan 2 polisi setempat mengamankan
Perdana Mentri Redi, dan membawanya ke Kantor untuk ditanya tanyai
“Terima kasih cherry, kau sangat membantu. Kalau ada apa apa
segera hubungi aku atau detektif Oh” aku menyerahkan kartu namaku dan kartu
nama detektif Oh. Walaupun aku yakin cherry sudah punya nomor rumahku.
No comments:
Post a Comment